Aku benci mengenalmu
Aku benci diriku yg mencarimu
Aku benci harapku kepadamu
Jelaskan padaku
Bagaimana kau begitu hidup di ingatanku
Bagaimana aku mengharapmu tanpa bertemu
Bagaimana aku menunggumu walau tau hatimu
Ini bukan waktuku
Bukan bahagiaku
Hanya tempat kau berlabuh...
Singgah ditengah lelahmu
(8.7.18)
Jumat, 15 Juni 2018
Kamis, 14 Juni 2018
Hidup cuma satu kali
Hidup ini satu kali
Dan hidup ini pilihan
Satu kali dipertemukan
Satu kali jatuh hati
Dengan,
Pilihan untuk berharap
Pilihan untuk melupakan
Pilihan untuk menunggu
Pilihan untuk berjuang
Pilihan untuk meng ikhlaskan
t'lah ku pilih semua pilihan
Karena waktu tidak akan kembali
Hingga kini sampai pilihan terakhir
Pilihan "untuk meng ikhlaskan...
Dan hidup ini pilihan
Satu kali dipertemukan
Satu kali jatuh hati
Dengan,
Pilihan untuk berharap
Pilihan untuk melupakan
Pilihan untuk menunggu
Pilihan untuk berjuang
Pilihan untuk meng ikhlaskan
t'lah ku pilih semua pilihan
Karena waktu tidak akan kembali
Hingga kini sampai pilihan terakhir
Pilihan "untuk meng ikhlaskan...
Rabu, 20 September 2017
Tetiba ingin ngoblokk,, eh ngblok
Di sore hari yg cerah ingatan kembali hadir tentang satu masa di senja itu, seolah tdk menerima hari ini dengan semangat yang bagaikan nafas , tentang fikiran yg terfokus hanya utk menyelesaikan hari..
Begitu kontras dengan senja ini dilatarbelakangi monitor dengan jiwa yg tidak lagi di tempat ini,
Entah apa yg terjadi sesudah ini, setelah mentari tak lagi menemani ???
Begitu kontras dengan senja ini dilatarbelakangi monitor dengan jiwa yg tidak lagi di tempat ini,
Entah apa yg terjadi sesudah ini, setelah mentari tak lagi menemani ???
Senin, 26 September 2016
.,
Berhenti atau menyerah bukan karena kau lemah atau pun kalah...
Didalam hidup ini akan lebih baik untuk menjadi bijak...
Merelakan hati yg kau nanti, pergi, perlahan menjauh dari hidupmu,
Sebagaimana sulitnya kau direlakan oleh satu hati yg memintamu untuk kau temani...
Hari ini dengan nama yg berbeda kau coba utk menghapusnya bukan membencinya..,
Karena dengan membencinya kau tdk akan berlari dari ingatan dengannya...
Belajar ikhlaskan hal yg bukan untukmu
Belajar menerima hal baru dihidupmu,
Menemukan ku
Didalam hidup ini akan lebih baik untuk menjadi bijak...
Merelakan hati yg kau nanti, pergi, perlahan menjauh dari hidupmu,
Sebagaimana sulitnya kau direlakan oleh satu hati yg memintamu untuk kau temani...
Hari ini dengan nama yg berbeda kau coba utk menghapusnya bukan membencinya..,
Karena dengan membencinya kau tdk akan berlari dari ingatan dengannya...
Belajar ikhlaskan hal yg bukan untukmu
Belajar menerima hal baru dihidupmu,
Menemukan ku
Minggu, 22 Februari 2015
Episode 2
Bisa dikatakan ini lah waktunya...
waktu terlelah...
waktu yg tidak mudah
Kecewaan seusai penantian pengharapan yg tidak singkat..
sungguh bukan waktu yang mudah..
Tuhan
kusandarkan semua hidup ini padamu
hanya engkau sang mengetahui rintihan tak terlihat ini...
engkau maha tahu bahwasannya aku hidup untuk mereka...kedua manusia yang telah Engkau percayakanku untuk dimiliki oleh mereka...
Dan lagii..
bukan untuk yang pertama aku mengecewakannya...
Raga ini seolah bernyawa...
lidah ini terhenti berucap
jiwa ini kosong
hanya gelap yang tertangkap oleh mata...
Deras airmata pun tak bisa menggambarkan perasaan itu
waktu terlelah...
waktu yg tidak mudah
Kecewaan seusai penantian pengharapan yg tidak singkat..
sungguh bukan waktu yang mudah..
Tuhan
kusandarkan semua hidup ini padamu
hanya engkau sang mengetahui rintihan tak terlihat ini...
engkau maha tahu bahwasannya aku hidup untuk mereka...kedua manusia yang telah Engkau percayakanku untuk dimiliki oleh mereka...
Dan lagii..
bukan untuk yang pertama aku mengecewakannya...
Raga ini seolah bernyawa...
lidah ini terhenti berucap
jiwa ini kosong
hanya gelap yang tertangkap oleh mata...
Deras airmata pun tak bisa menggambarkan perasaan itu
Rabu, 21 Mei 2014
Algoritma Penjadwalan CPU
Penjadwalan CPU adalah permasalahan menentukan proses mana pada ready queue
yang dialokasikan ke CPU. Terdapat beberapa algoritma penjadwalan CPU,
diantaranya :
- Algoritma Penjadwalan First
Come, First Served (FIFO).
- Algoritma Penjadwalan Shortest
Job First.
- Algoritma Penjadwalan Priority
Schedulling (jadwal prioritas).
- Algoritma Penjadwalan Round
Robin.
- Algoritma Penjadwalan First Come, First Served (FCFS)
Proses
yang pertama kali meminta jatah waktu untuk menggunakan CPU akan dilayani
terlebih dahulu. Dan rata-rata waktu tunggu (Average waiting time) cukup
tinggi.
Algoritma
penjadwalan FCFS merupakan salah satu strategi penjadwalan non-Preemptive
karena sekali CPU dialokasikan pada suatu proses, maka proses tersebut akan
tetap memakai CPU sampai proses tersebut melepaskannhya, yaitu jika proses
berhenti atau meminta I/O
Kelemahan
dari algoritma ini:
1.
Waiting time rata-ratanya cukup lama.
2.
Terjadinya convoy
effect, yaitu proses-proses menunggu lama untuk menunggu 1 proses
besar yang sedang dieksekusi oleh CPU. Algoritma ini juga menerapkan konsep
non-preemptive, yaitu setiap proses yang sedang dieksekusi oleh CPU tidak dapat
di-interrupt oleh proses yang lain.
- Algoritma Shortest Job First Scheduler
Algoritma
ini digunakan ketika CPU bebas proses yang mempunyai waktu terpendek untuk
menyelesaikannya mendapat prioritas. Seandainya dua proses atau lebih mempunyai
waktu yang sama maka FCFS algoritma digunakan untuk menyelsaikan masalah
tersebut.
Prinsip
algoritma penjadwalan ini adalah, proses yang memiliki CPU burst paling kecil
dilayani terlebih dahulu. Oleh karena itu, algoritma ini optimal jika
digunakan, tetapi sulit untuk diimplementasikan karena sulit mengetahui CPU
burst selanjutnya.
Ada
dua skema dalam SJFS ini yaitu:
- Non premptive— ketika CPU
memberikan kepada proses itu tidak bisa ditunda hingga selesai.
- premptive— bila sebuah proses datang
dengan waktu proses lebih rendah dibandingkan dengan waktu proses yang
sedang dieksekusi oleh CPU maka proses yang waktunya lebih rendah
mendapatkan prioritas
- Algoritma Penjadwalan Priority
Schedulling (jadwal prioritas)
Penjadualan
SJF (Shortest Job First) adalah kasus khusus untuk algoritma penjadual
Prioritas. Prioritas dapat diasosiasikan masing-masing proses dan CPU
dialokasikan untuk proses dengan prioritas tertinggi. Untuk proritas yang sama
dilakukan dengan FCFS.
Ada
pun algoritma penjadual prioritas adalah sebagai berikut:
• Setiap
proses akan mempunyai prioritas (bilangan integer). Beberapa sistem menggunakan
integer dengan urutan kecil untuk proses dengan prioritas rendah, dan sistem
lain juga bisa menggunakan integer urutan kecil untuk proses dengan prioritas
tinggi. Tetapi dalam teks ini diasumsikan bahwa integer kecil merupakan
prioritas tertinggi.
• CPU
diberikan ke proses dengan prioritas tertinggi (integer kecil adalah prioritas
tertinggi).
• Dalam
algoritma ini ada dua skema yaitu:
1. Preemptive:
proses dapat di interupsi jika terdapat prioritas lebih tinggi yang memerlukan
CPU.
2.
Nonpreemptive: proses dengan prioritas tinggi akan mengganti pada saat pemakain
time-slice habis.
• SJF
adalah contoh penjadual prioritas dimana prioritas ditentukan oleh waktu
pemakaian CPU berikutnya. Permasalahan yang muncul dalam penjadualan prioritas
adalah indefinite blocking atau starvation.
• Kadang-kadang
untuk kasus dengan prioritas rendah mungkin tidak pernah dieksekusi.
• Prioritas
akan naik jika proses makin lama menunggu waktu jatah CPU.
- Algoritma Penjadwalan Round Robin.
Algoritma
Round Robin (RR) dirancang untuk sistem time sharing. Algoritma ini mirip
dengan penjadual FCFS, namun preemption ditambahkan untuk switch antara proses.
Antrian ready diperlakukan atau dianggap sebagai antrian sirkular. CPU
mengelilingi antrian ready dan mengalokasikan masing-masing proses untuk
interval waktu tertentu sampai satu time slice/ quantum.
Berikut
algoritma untuk penjadual Round Robin:
• Setiap
proses mendapat jatah waktu CPU (time slice/ quantum) tertentu Time
slice/quantum umumnya antara 10 – 100 milidetik.
- Setelah time slice/ quantum
maka proses akan di-preempt dan dipindahkan ke antrian ready.
- Proses ini adil dan sangat
sederhana.
• Jika
terdapat n proses di “antrian ready” dan waktu quantum q (milidetik), maka:
- Maka setiap proses akan
mendapatkan 1/n dari waktu CPU.
- Proses tidak akan menunggu
lebih lama dari: (n-1)q time units.
• Kinerja
dari algoritma ini tergantung dari ukuran time quantum.
- Time Quantum dengan ukuran yang
besar maka akan sama dengan FCFS.
- Time Quantum dengan ukuran yang
kecil maka time quantum harus diubah ukurannya lebih besar dengan respek
pada alih konteks sebaliknya akan memerlukan ongkos yang besar
Video Simulasi Algoritma
Penjadwalan
http://www.youtube.com/watch?v=e3WCqgkpk4w
Minggu, 23 Desember 2012
Rabu, 04 Januari 2012
Berbakti pada kedua orang tua
Allah SWT berfirman yg atinya “Dan Tuhanmu telah memerintahkan
supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik
pada ibu bapakmu dgn sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari mereka atau
kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka janganlah
sekali-kali kamu berkata ‘ah’ kepada mereka dan janganlah kamu membentak
mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yg mulia. Dan
rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dgn penuh kasih sayang dan ucapkanlah “Wahai Tuhanku rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidik aku waktu kecil”.”
. Kewajiban mengesakan Allah adl suatu kewajiban yg mutlak dan tak bisa
diganggu gugat. Tauhid adl inti utama ajaran Islam. Di atasnya berdiri
segala pokok dan cabang-cabang ajaran Islam. Tidaklah berarti amal
seseorang jika ia berbuat syirik terhadap Allah krn syirik dapat
menghapus segala kebajikan yg telah dibuat. Bahkan Allah tidak memberi
ampunan bagi orang yg mati dalam keadaan syirik. Oleh krn itu perintah
utk hanya menyembah dan mengesakan Allah selalu dikedepankan agar segala
kebajikan yg dilakukan setelah itu diterima di sisi Allah. Lagi pula
tidaklah pantas manusia menyekutukan Allah dgn apa pun krn segala seuatu
selain Allah adl ciptaan-Nya. Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Taala
memerintahkan kita utk berbakti kepada orang tua dgn sebaik-baiknya.
Dalam beberapa ayat Alquran perintah berbakti kepada orang tua selalu
berada setelah perintah menyembah dan mengesakan Allah semata. Hal ini
sangat tegas dalam menyatakan begitu pentingnya dan tingginya kedudukan
orang tua terhadap anaknya di sisi Allah. Semua orang tahu arti dan
nilai orang tua bagi mereka namun krn manusia ini banyak yg zalim dan
bodoh banyak pula yg melalaikan orang tua dan mempergaulinya dgn buruk.
Kalaulah kita sejenak merenung mengapa harus berbakti kepada orang tua
niscaya kita akan mendapatkan banyak alasan yg tak dapat kita pungkiri.
Namun saat ini banyak sekali anak-anak yg tak mengerti bagaimana
berbakti kepada orang tua. Membantah menjadi hal yg biasa krn banyak
gurunya di televisi begitu juga mengabaikan orang tua dan sebagainya.
Allah kemudian melarang kita mengucapkan “ah” kepada orang tua kita. Nah
jika mengucapkan “ah” saja tidak boleh maka kata-kata atau perbuatan yg
lbh jelek dari itu tentu saja tidak boleh. Kemudian diikuti dgn
larangan membentak dan menghardik dan tentu saja semua orang tahu bahwa
hal itu tidak baik. Meski demikian banyak orang yg lalai kalau tidak
diperingatkan. Kemudian Allah memerintahkan kita utk mengucapkan
kata-kata yg penuh kemuliaan dan kasih sayang kepada mereka. Allah
sebutkan bahwa semua itu jika mereka telah berusia lanjut. Hal ini bukan
berarti ketika orang tua masih muda kemudian kita boleh saja
mengucapkan “ah” dan lain sebagainya. Bukan begitu maksudnya. Disebutkan
masa tua adl krn secara umum pada masa itulah orang tua banyak
menyibukkan anak dan butuh perhatian lbh dari anaknya. Itu krn mereka
sudah lemah dan butuh bantuan orang lain. Tentunya yg berkewajiban
membantu adl anak-anaknya pertama kali. Nah pada situasi seperti inilah
biasanya anak-anaknya banyak yg tidak sabar dalam melayani kebutuhan
orang tuanya. Sering terjadi mereka malah mengeluh dan kesal lalu
akhirnya mulai mengeluh di hadapan orang tuanya itu dan bahkan mengumpat
serta menghardik. Ketidakpedulian inilah yg membuat banyak orang tua di
Barat dikirim ke panti-panti jompo oleh anak-anaknya krn sang anak lbh
mengutamakan kebebasan semu dari pada bakti kepada orang tuanya. Hal ini
perlu kita waspadai agar tidak terjadi pada diri dan keluarga kita.
Kejadian sepeti itu tak terbantahkan serta tak terobati sakitnya bagi
orang tua telebih lagi jika diabaikan anaknya sendiri. Setelah perintah
berkata-kata yg mulia dan baik Allah memerintahkan kita utk bersikap
rendah diri dan penuh kasih sayang kepada mereka terutama pada masa usia
lanjut. Karena pada saat itulah mereka lbh membutuhkannya. Bukankah
pada masa mudanya merekalah yg lbh banyak memberi kita kasih sayang? Kemudian diikuti oleh perintah utk berdoa bagi mereka yaitu mendoakan agar Allah memberikan rahmat kasih sayang-Nya kepada mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidik sang anak dgn penuh kasih
sayang waktu kecil dulu. Lafal ayat ini bisa kita jadikan doa utk orang
tua kita “Rabbirhamhuma kamaa rabbayaanii shagiira.” Artinya “Tuhanku..
rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku waktu
kecil.” Sudahkan kita mendoakan orang tua kita tiap selesai salat lima
waktu atau di lain kesempatan? Apa yg telah kita lakukan utk orang tua
kita? Sudahkah kita membayangkan apa yg akan terjadi pada kita jika
hidup tanpa orang tua? Apakah jasa-jasanya telah kita balas? Mampukah
kita membalasnya? Ataukah harta dan kekayaan kita mampu menggantikan
segala jasa orang tua kita? Masih banyak pertanyaan yg perlu kita
renungkan dan camkan pada diri kita. Wallahu al-musta’aan. . Al-Islam - Pusat Infomasi dan Komunikasi Islam Indonesia
sumber file al_islam.chm
Tentang Universitas Bina Darma
|
UBD berdiri atas penggabungan 3 (tiga) Sekolah Tinggi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 112/D/0/2002 tanggal 7 Juni 2002 yaitu STMIK Bina Darma (Surat Keputusan Mendikbud RI. Nomor : 027/D/O/1994, tanggal 18 Mei 1994), STIE Bina Darma (SK. Mendikbud RI. Nomor : 046/D/O/1994, tanggal 7 Juli 1994), dan STBA Bina Darma (Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor : 143/D/0/2001 tanggal 27 Agustus 2001). Universitas Bina Darma adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang mengasuh dan mengembangkan ilmu dan keahlian profesional pada 7 (tujuh) fakultas (Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi, Fakultas Bahasa dan Sastra, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) dengan program studi unggulan tiap fakultas yang berada di Sumatera Selatan. Universitas Bina Darma mempunyai komitmen untuk menciptakan lulusan yang siap kerja dan dapat diterima di masyarakat. Untuk itulah Universitas Bina Darma mengusahakan Sertifikasi dari International Organization for Standarization ( ISO 9001:2000 ), dan pada tanggal 7 Juli 2003 telah memperoleh Sertifikasi dengan nomor Registrasi 04100. 30981. Dengan telah ditetapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2000 di Universitas Bina Darma maka setiap aktivitas dilaksanakan dengan terencana dan hasilnya dapat diukur secara objektif. Hal ini berarti proses belajar mengajar di Universitas Bina Darma telah sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang berlaku, sehingga lulusannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. UBD secara aktif mengembangkan kerja sama di dalam maupun luar negeri yang saat ini tercatat memiliki perjanjian dengan UBD diantaranya adalah: University of Industri Selangor (UNISEL) Malaysia, Sun Microsystem, Barring Edu Training Sdn Bhd-Malaysia, Pearson VUE Authorised Center-India, NIIT Antilles NV – Neteherlands, Planet Edupro Indonesia (University of Cambridge English for Speakers of Other languages (ESOL) Authorised Main Center), Cisco Networking Academy, Stichting Hogeschool Zeeland (HZ)-Holland, dan NPO International Japanese Education Center. |
Renungan Malam
Renungan
penuh hikmah, renungan hidup penuh manfaat, renungan hati penuh makna,
renungan malam penuh tujuan, renungan harian penuh arti, renungan cinta
menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang, renungan Islam penuh berkah,
karena renungan adalah sarana yang tepat untuk introspeksi diri, karena renungan bisa sebagai motivasi
hidup, dan untuk inilah aku tulisakan catatan renungan hidupku sebagai
pengingat diri. Di keheningan malam ini, saat bulan purnama menyinari
bumi, aku
merasa ingin sekali menuliskan sesuatu tentang catatan renunganku saat
sepertiga malam ini. Semoga catatan renungan ini banyak membawa hikmah
dan manfaat untuk diri sendiri, keluarga dan tak lupa untuk
sahabat-sahabatku. Dan sebagai pedoman hidupku bahwa renungan adalah
awal dari petualangan dan perjalanan hidup, bukan sebagai akhir dari
usaha dan ikhtiar kita.
Setiap orang akan berbeda dalam menyikapi berbagai gejolak hidupnya.
Menyikapi hidup dan kehidupan terkadang gampang-gampang susah. Gampang
untuk bicara, susah untuk dijalankan. Adakalanya kita bisa berpikiran
jernih sehingga semuanya nampak indah, dan adakalanya hati kita
dalam keadaan gelap sehingga keluh kesah pun tak dapat dihindari.
Keluh kesah dan ketenangan silih berganti menyelimuti perjalanan hidup
kita. Dan semuanya sudah menjadi hukum Allah bahwa kehidupan ini memang
selalu berputar dan berpasang-pasangan, yang menjadikannya sebagai
ujian, pelajaran, cobaan dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir.
Manusia dengan perbedaan cara pandangnya, selalu menanti kehadiran
masa-masa yang tenang sehingga bisa menjadikannya sebagai sebuah
kebahagiaan dan ketentraman yang dalam. Masa-masa yang tenang ini akan
sangat berdampak pada penjernihan akal dan pikiran manusia. Tetapi
tidak sedikit pula manusia yang dapat merasakan ketenangan hati dengan
tidak terpengaruh tempat dan waktu. Bagi mereka, suasana ramai maupun
sepi, malam ataupun siang, semuanya sama karena sudah terpancar sinar
ketenangan dan kedamaian dalam hatinya. Sungguh beruntung orang yang
memiliki tipe seperti itu.
Lain dengan mereka, lain pula dengan diriku. Aku
termasuk orang yang sangat menikmati kesunyian malam. Bagiku, suasana
malam menjelang pagi adalah masa-masa yang selalu indah untuk aku
nikmati, sungguh suasana yang sangat menenggelamkan segala kegelisahan
dan kekacauan pikiranku. Teringat akan masa lalu yang penuh kebahagiaan
bersama orangtua dan saudara kandungku, teringat akan masa kecilku saat bermain bersama sahabat-sahabatku,
teringat masa penuh keceriaan bersama kawan-kawanku semasa sekolah.
Terkadang semuanya membuat hati larut dalam kerinduan yang dalam.
Aku semakin percaya bahwa memang benar Allah memuliakan sepertiga malam
terakhir bagi orang-orang yang hendak beribadah kepada-Nya. Saat itulah
diri kita merasa sendirian kecuali Sang Khalik yang selalu terjaga dan
menemani kita. Saat itulah diri kita merasa bukanlah apa-apa, terlalu
kecil diri kita dihadapan Allah tetapi akan menjadi mulia bila kita
mampu bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa. Ketenangan dan kedamaian
hatiku terasa memuncak manakala aku mendapatkan sepertiga malam yang
penuh keberkahan dan ampunan-Nya. Tiada waktu yang paling indah bagiku
kecuali di sepertiga malam terakhir itu.
Dan alangkah beruntungnya jika kita bisa memanfaatkan sepertiga malam
itu untuk melakukan ibadah kepada Allah yang telah menciptakan kita,
memohon ampunan-Nya serta mensyukuri atas segala karunia-Nya. Akan
tetapi segala sesuatu yang berkaitan dengan ibadah, tentunya tidak akan
pernah terlepas dari godaan syaitan
laknatullah. Mereka menggoda manusia untuk malas bangun malam, mereka
lebih menyukai manusia yang tertidur lelap dengan mimpi indahnya, mereka
senang bila manusia tertidur pulas dengan selimut hangatnya. Itulah
tipu daya syaitan laknatullah agar manusia tidak mengambil keuntungan
besar dari sepertiga malamnya.
Segala kondisi adalah tantangan dan setiap masa adalah cobaan, namun
di balik itu terdapat hikmah yang besar untuk orang-orang yang berpikir.
Berpikir untuk menjawab semua tantangan, berpikir untuk teguh dalam
menghadapi cobaan. Namun bagiku kesunyian malam tetaplah sebuah
ketenangan yang sesungguhnya, penuh hikmah dan pahala. Lain orang lain
pula cara mencari ketenangannya, dan aku selalu berharap mendapatkan ketenangan di kesunyian malam yang berujung kebahagiaan di panasnya siang.
Kerendahan hati
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri…
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri…
Profil SriwijayaFC
Profil Lembaga
Berdiri: 1976 (Persijatim Jakarta Timur)
Alamat: Komp. Palembang Square, Jl. Angkatan 45 / Jl. POM IX No.R-130 Indonesia
Surat Elektronik: sfc@sriwijaya-fc.com
Laman Resmi: http://www.sriwijaya-fc.com
Presiden Club: Dodi Reza Alex Noerdin
Stadion: Gelora Sriwijaya
Liga Indonesia
2005: Peringkat ke-9, Wilayah Barat
2006: Peringkat ke-6, Wilayah Barat
2007: Juara
Superliga Indonesia
2008/09: Peringkat ke-5
2009/10: Peringkat ke-8
Piala Indonesia
2005: Putaran 2
2006: Putaran 1
2007: Juara
2008/09: Juara
2009/10: Juara
Liga Champions AFC
2009: Babak Grup
2010: Babak Play-Off
Piala AFC
2010: 16 Besar
Community Shield Indonesia
2010: Juara
Inter Island Cup
2010: Juara
Alamat: Komp. Palembang Square, Jl. Angkatan 45 / Jl. POM IX No.R-130 Indonesia
Surat Elektronik: sfc@sriwijaya-fc.com
Laman Resmi: http://www.sriwijaya-fc.com
Presiden Club: Dodi Reza Alex Noerdin
Stadion: Gelora Sriwijaya
Liga Indonesia
2005: Peringkat ke-9, Wilayah Barat
2006: Peringkat ke-6, Wilayah Barat
2007: Juara
Superliga Indonesia
2008/09: Peringkat ke-5
2009/10: Peringkat ke-8
Piala Indonesia
2005: Putaran 2
2006: Putaran 1
2007: Juara
2008/09: Juara
2009/10: Juara
Liga Champions AFC
2009: Babak Grup
2010: Babak Play-Off
Piala AFC
2010: 16 Besar
Community Shield Indonesia
2010: Juara
Inter Island Cup
2010: Juara
Jadwal Sriwijayafc
| Tanggal | Hari | Kandang | Tandang | Kompetisi | Skor | Skor |
| 03 Des 2011 | Senin | Pelita Jaya | Sriwijaya FC | ISL | 1-3 | |
| 07 Des 2011 | Rabu | Persib | Sriwijaya FC | ISL | 1-0 | |
| 11 Des 2011 | Minggu | Sriwijaya FC | PSPS | ISL | 2-1 | |
| 18 Des 2011 | Minggu | Sriwijaya FC | Persija | ISL | 2-1 | |
| 04 Jan 2012 | Rabu | Persela | Sriwijaya FC | ISL | - | |
| 08 Jan 2012 | Minggu | Arema | Sriwijaya FC | ISL | - | |
| 12 Jan 2012 | Rabu | Sriwijaya FC | Gresik United | ISL | - | |
| 16 Jan 2012 | Minggu | Sriwijaya FC | Persiba | ISL | - | |
| 24 Jan 2012 | Senin | Persiwa | Sriwijaya FC | ISL | - | |
| 28 Jan 2012 | Sabtu | Persipura | Sriwijaya FC | ISL | - | |
| 04 Feb 2012 | Sabtu | Sriwijaya FC | Persidafon | ISL | - | |
| 08 Feb 2012 | Rabu | Sriwijaya FC | Deltras | ISL | - | |
| 16 Feb 2012 | Kamis | PSAP | Sriwijaya FC | ISL | - | |
| 20 Feb 2012 | Senin | PSMS | Sriwijaya FC | ISL | - |
Selasa, 03 Januari 2012
Tentang puisi sederhana
Puisi kacau balau di tengah malam benar-benar mengusikku. Puisi itu nampak puitis, susunannya tak menarik. Yang mengetuk adalah kedalaman dibalik puisimu yang selalu dikirim tengah malam. Puisi itu mengilhami untuk merekat kata-kata yang kuanggap bernas. Daku bertanya, kegalauan apa yang menimpamu? Apakah daku andil didalamnya?
Sobat,
Kesederhanaan adalah mengupayakan keseimbangan hidup. Seimbang dalam ruhiyah (Spiritual), materi, kemanusiaan (Humanity), dan etika (moral). Jujur pada diri sendiri, mengakui kesalahan dan memperbaiki. Mengupayakan berarti rela terhadap hasil upaya. Sobat, berusahalah walau sekecil kau berbuat. Menanti-nanti permata itu menggelisahkan, memanjangkan angan. Daku sungguh bosan.
Sobat,
Masih juga kau medobel kata kesederhanaan. Kali ini daku akan mengulas konsep kesederhanaan cintaku. Bagiku cinta harus memiliki. Mungkin kau akan bilang naif. Karena sering kali orang melontar ’Cinta tak harus memiliki”. Sobat, daku tak sanggup mencinta tanpa memilikinya. Kau tahu, bila daku jatuh cinta dan yakin tak bisa memilikinya. Daku mengulang-ulang doa: ”Ya Allah, jangan biarkan aku jatuh cinta pada sesuatu yang tidak berhak dan tidak layak”.
Kenapa harus memiliki? Karena aku akan sangat terluka melihat orang yang kucinta menderita sedangkan daku tak bisa berbuat apa-apa, sementara daku tak punya hak. Bagaimana aku bisa menyentuh tangannya, menghapus air matanya. Perih, sakit, mengiris hatiku. Menurutku, kesiaan saja, mentautkan cinta yang bukan milik kita.
Kesederhanaan cinta adalah menerima apa adanya yang dibingkai ridha Ilahi. Tak kurang tak lebih. Tak menganggumi sehingga kecewa jika tak sesuai selera. Kesediaan mengarungi hidup dengan mutlak menerima ketidaksempurnaan. Sebab, yang disebut kesempurnaan hakiki adalah ketidaksempurnaan yang menembus segala keterbatasan.
kesederhanaan hidup berawal dari kerendahan hati
Apabiila setiap jiwa ditanya apakah kalian mau harta yg banyak mungkin semua akan serentak menjawab "iya", keinginan untuk memiliki harta tak pernah mengenal laki2 maupun wanita, apakah itu pejabat ataupun rakyat biasa, tapi apabila setiap insan ditanya maukah kalian hidup dalam kesederhanaan mgkn hanya segelintir orang saja yang mau menjawab iya. Mungkin wajar apabila seorang pejabat atau rakyat biasa mempunyai keinginan hartayg banyak,tapi sunnguh sinis rasanya bila seorang mubaligh,ustadz,ustadzah dll mempunyai keinginan berlebih-lebihan untuk mendapat harta/upah yg banyak dari ceramah2 yg dia berikan, lebih2 lagi apabila seorang akhwat yg mengatas namakan jilbaber yg berjuang di jalan dakwah mempunyai keinginan duniawi yg luar biasa." apabila mereka ditanya buat apa kau kejar harta duniawi?" mereka menjawb dgn spkulasi yg membohongi hati nurani sendiri!. rasululllah mengajarkan kepada kita untuk hidup dalam kesederhanaan" laisal ghina 'an kastrotil 'arodhi wala kinnal ghinna ghinnafsi" Bukanlah kekayaan itu dari banyak nya harta tapi kekayaan itu adalah rasa cukup yg di dalam hati (HR.bukhari no.6446,HR muslim no.1051 dari Abu Hurairah)
in My Opinion
Mungkin kesederhanaan adalah kerendahan hati dan cara bersykur kita atas apa yang tlah termiliki... bukan nya menanti dan mencari yang tak ada.,Jumat, 02 Desember 2011
Kisah Nabi Nuh
Nabi Nuh adalah nabi keempat sesudah Adam, Syith dan Idris dan keturunan kesembilan dari Nabi Adam. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris.
Dakwah Nabi Nuh Kepada Kaumnya
Nabi Nuh menerima wahyu kenabian dari Allah dalam masa "fatrah" masa kekosongan di antara dua rasul di mana biasanya manusia secara beransur-ansur melupakan ajaran agama yang dibawa oleh nabi yang meninggalkan mereka dan kembali bersyirik meninggalkan amal kebajikan, melakukan kemungkaran dan kemaksiatan di bawah pimpinan Iblis.
Demikianlah maka kaum Nabi Nuh tidak luput dari proses tersebut, sehingga ketika Nabi Nuh datang di tengah-tengah mereka, mereka sedang menyembah berhala ialah patung-patung yang dibuat oleh tangan-tangan mereka sendiri disembahnya sebagai tuhan-tuhan yang dapat membawa kebaikan dan manfaat serta menolak segala kesengsaraan dan kemalangan.berhala-berhala yang dipertuhankan dan menurut kepercayaan mereka mempunyai kekuatan dan kekuasaan ghaib ke atas manusia itu diberinya nama-nama yang silih berganti menurut kehendak dan selera kebodohan mereka.Kadang-kadang mereka namakan berhala mereka " Wadd " dan " Suwa " kadangkala " Yaguts " dan bila sudah bosan digantinya dengan nama " Yatuq " dan " Nasr ".
Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya yang sudah jauh tersesat oleh iblis itu, mengajak mereka meninggalkan syirik dan penyembahan berhala dan kembali kepada tauhid menyembah Allah Tuhan sekalian alam melakukan ajaran-ajaran agama yang diwahyukan kepadanya serta meninggalkan kemungkaran dan kemaksiatan yang diajarkan oleh Syaitan dan Iblis.
Nabi Nuh menarik perhatian kaumnya agar melihat alam semesta yang diciptakan oleh Allah berupa langit dengan matahari, bulan dan bintang-bintang yang menghiasinya, bumi dengan kekayaan yang ada di atas dan di bawahnya, berupa tumbuh-tumbuhan dan air yang mengalir yang memberi kenikmatan hidup kepada manusia, pengantian malam menjadi siang dan sebaliknya yang kesemua itu menjadi bukti dan tanda nyata akan adanya keesaan Tuhan yang harus disembah dan bukan berhala-berhala yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri.Di samping itu Nabi Nuh juga memberitakan kepada mereka bahwa akan ada gajaran yang akan diterima oleh manusia atas segala amalannya di dunia iaitu syurga bagi amalan kebajikan dan neraka bagi segala pelanggaran terhadap perintah agama yang berupa kemungkaran dan kemaksiatan.
Nabi Nuh yang dikurniakan Allah dengan sifat-sifat yang patut dimiliki oleh seorang nabi, fasih dan tegas dalam kata-katanya, bijaksana dan sabar dalam tindak-tanduknya melaksanakan tugas risalahnya kepada kaumnya dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan dengan cara yang lemah lembut mengetuk hati nurani mereka dan kadang kala dengan kata-kata yang tajam dan nada yang kasar bila menghadapi pembesar-pembesar kaumnya yang keras kepala yang enggan menerima hujjah dan dalil-dalil yang dikemukakan kepada mereka yang tidak dapat mereka membantahnya atau mematahkannya.
Akan tetapi walaupun Nabi Nuh telah berusaha sekuat tanaganya berdakwah
kepda kaumnya dengan segala kebijaksanaan, kecekapan dan kesabaran dan
dalam setiap kesempatan, siang mahupun malam dengan cara berbisik-bisik
atau cara terang dan terbuka terbyata hanya sedikit sekali dari kaumnya
yang dpt menerima dakwahnya dan mengikuti ajakannya, yang menurut
sementara riwayat tidak melebihi bilangan seratus orang Mereka pun
terdiri dari orang-orang yang miskin berkedudukan sosial lemah.
Sedangkan orang yang kaya-raya, berkedudukan tingi dan terpandang dalam
masyarakat, yang merupakan pembesar-pembesar dan penguasa-penguasa tetap
membangkang, tidak mempercayai Nabi Nuh mengingkari dakwahnya dan
sesekali tidak merelakan melepas agamanya dan kepercayaan mereka
terhadap berhala-berhala mereka, bahkan mereka berusaha dengan
mengadakan persekongkolan hendak melumpuhkan dan mengagalkan usaha
dakwah Nabi nuh.
Berkata mereka kepada Nabi Nuh:"Bukankah engkau hanya seorang daripada kami dan tidak berbeda drp kami sebagai manusia biasa. Jikalau betul Allah akan mengutuskan seorang rasul yang membawa perintah-Nya, nescaya Ia akan mengutuskan seorang malaikat yang patut kami dengarkan kata-katanya dan kami ikuti ajakannya dan bukan manusia biasa seperti engkau hanya dpt diikuti orang-orang rendah kedudukan sosialnya seperti para buruh petani orang-orang yang tidak berpenghasilan yang bagi kami mereka seperti sampah masyarakat.Pengikut-pengikutmu itu adalah orang-orang yang tidak mempunyai daya fikiran dan ketajaman otak, mereka mengikutimu secara buta tuli tanpa memikirkan dan menimbangkan masak-masak benar atau tidaknya dakwah dan ajakanmu itu. Cuba agama yang engkau bawa dan ajaran -ajaran yang engkau sadurkan kepada kami itu betul-betul benar, nescaya kamilah dulu mengikutimu dan bukannya orang-orang yang mengemis pengikut-pengikutmu itu. kami sebagai pemuka-pemuka masyarakat yang pandai berfikir, memiliki kecerdasan otak dan pandangan yang luas dan yang dipandang masyarakat sebagai pemimpin-pemimpinnya, tidaklah mudak kami menerima ajakanmu dan dakwahmu.Engkau tidak mempunyai kelebihan di atas kami tentang soaL-soal kemasyarakatan dan pergaulan hidup.kami jauh lebih pandai dan lebih mengetahui drpmu tentang hal itu semua.nya.Anggapan kami terhadapmu, tidak lain dan tidak bukan, bahawa engkau adalh pendusta belaka."
Berkata mereka kepada Nabi Nuh:"Bukankah engkau hanya seorang daripada kami dan tidak berbeda drp kami sebagai manusia biasa. Jikalau betul Allah akan mengutuskan seorang rasul yang membawa perintah-Nya, nescaya Ia akan mengutuskan seorang malaikat yang patut kami dengarkan kata-katanya dan kami ikuti ajakannya dan bukan manusia biasa seperti engkau hanya dpt diikuti orang-orang rendah kedudukan sosialnya seperti para buruh petani orang-orang yang tidak berpenghasilan yang bagi kami mereka seperti sampah masyarakat.Pengikut-pengikutmu itu adalah orang-orang yang tidak mempunyai daya fikiran dan ketajaman otak, mereka mengikutimu secara buta tuli tanpa memikirkan dan menimbangkan masak-masak benar atau tidaknya dakwah dan ajakanmu itu. Cuba agama yang engkau bawa dan ajaran -ajaran yang engkau sadurkan kepada kami itu betul-betul benar, nescaya kamilah dulu mengikutimu dan bukannya orang-orang yang mengemis pengikut-pengikutmu itu. kami sebagai pemuka-pemuka masyarakat yang pandai berfikir, memiliki kecerdasan otak dan pandangan yang luas dan yang dipandang masyarakat sebagai pemimpin-pemimpinnya, tidaklah mudak kami menerima ajakanmu dan dakwahmu.Engkau tidak mempunyai kelebihan di atas kami tentang soaL-soal kemasyarakatan dan pergaulan hidup.kami jauh lebih pandai dan lebih mengetahui drpmu tentang hal itu semua.nya.Anggapan kami terhadapmu, tidak lain dan tidak bukan, bahawa engkau adalh pendusta belaka."
Nuh berkata, menjawab ejekan dan olok-olokan kaumnya:"Adakah engkau
mengira bahwa aku dpt memaksa kamu mengikuti ajaranku atau mengira bahwa
aku mempunyai kekuasaan untuk menjadikan kamu orang-orang yang beriman
jika kamu tetap menolak ajakan ku dan tetap membuta-tuli terhadap
bukti-bukti kebenaran dakwahku dan tetap mempertahakan pendirianmu yang
tersesat yang diilhamkan oleh kesombongan dan kecongkakan karena
kedudukan dan harta-benda yang kamu miliki.Aku hanya seorang manusia
yang mendpt amanat dan diberi tugas oleh Allah untuk menyampaikan
risalah-Nya kepada kamu. Jika kamu tetap berkeras kepala dan tidak mahu
kembali ke jalan yang benar dan menerima agama Allah yang diutuskan-Nya
kepada ku maka terserahlah kepada Allah untuk menentukan hukuman-Nya dan
gajaran-Nya keatas diri kamu. Aku hanya pesuruh dan rasul-Nya yang
diperintahkan untuk menyampaikan amanat-Nya kepada hamba-hamba-Nya.
Dialah yang berkuasa memberi hidayah kepadamu dan mengampuni dosamu atau
menurunkan azab dan seksaan-Nya di atas kamu sekalian jika Ia
kehendaki.Dialah pula yang berkuasa menurunkan seksa danazab-nya di
dunia atau menangguhkannya sampai hari kemudian. Dialah Tuhan pencipta
alam semesta ini, Maha Kuasa ,Maha Mengetahui, maha pengasih dan Maha
Penyayang.".
Kaum Nuh mengemukakan syarat dengan berkata:"Wahai Nuh! Jika engkau
menghendaki kami mengikutimu dan memberi sokongan dan semangat kepada
kamu dan kepada agama yang engkau bawa, maka jauhkanlah para pengikutmu
yang terdiri dari orang-orang petani, buruh dan hamaba-hamba sahaya itu.
Usirlah mereka dari pengaulanmu karena kami tidak dpt bergaul dengan
mereka duduk berdampingan dengan mereka mengikut cara hidup mereka dan
bergabung dengan mereka dalam suatu agama dan kepercayaan. Dan bagaimana
kami dpt menerima satu agama yang menyamaratakan para bangsawan dengan
orang awam, penguasa dan pembesar dengan buruh-buruhnya dan orang kaya
yang berkedudukan dengan orang yang miskin dan papa."
Nabi Nuh menolak pensyaratan kaumnya dan berkata:"Risalah dan agama yang aku bawa adalah untuk semua orang tiada pengecualian, yang pandai mahupun yang bodoh, yang kaya mahupun miskin, majikan ataupun buruh ,diantara peguasa dan rakyat biasa semuanya mempunyai kedudukan dan tempat yang sama trehadap agama dan hukum Allah. Andai kata aku memenuhi pensyaratan kamu dan meluluskan keinginanmu menyingkirkan para pengikutku yang setia itu, maka siapakah yang dpt ku harapkan akan meneruskan dakwahku kepada orang ramai dan bagaimana aku sampai hati menjauhkan drpku orang-orang yang telah beriman dan menerima dakwahku dengan penuh keyakinan dan keikhlasan di kala kamu menolaknya serta mengingkarinya, orang-orang yang telah membantuku dalam tugasku di kala kamu menghalangi usahaku dan merintangi dakwahku. Dan bagaimanakah aku dpt mempertanggungjawabkan tindakan pengusiranku kepada mereka terhadap Allah bila mereka mengadu bahawa aku telah membalas kesetiaan dan ketaatan mereka dengan sebaliknya semata-mata untuk memenuhi permintaanmu dan tunduk kepada pensyaratanmu yang tidak wajar dan tidak dpt diterima oleh akal dan fikiran yang sihat. Sesungguhnay kamu adalah orang-orang yang bodoh dan tidak berfikiran sihat.
Pada akhirnya, karena merasa tidak berdaya lagi mengingkari kebenaran kata-kata Nabi Nuh dan merasa kehabisan alasan dan hujjah untuk melanjutkan dialog dengan beliau, maka berkatalah mereka:"Wahai Nabi Nuh! Kita telah banyak bermujadalah dan berdebat dan cukup berdialog serta mendengar dakwahmu yang sudah menjemukan itu. Kami tetap tidak akan mengikutimu dan tidak akan sesekali melepaskan kepercayaan dan adat-istiadat kami sehingga tidak ada gunanya lagi engkau mengulang-ulangi dakwah dan ajakanmu dan bertegang lidah dengan kami. datangkanlah apa yang engkau benar-benar orang yang menepati janji dan kata-katanya. Kami ingin melihat kebenaran kata-katamu dan ancamanmu dalam kenyataan. Karena kami masih tetap belum mempercayaimu dan tetap meragukan dakwahmu."
Nabi Nuh Berputus Asa Dari Kaumnya
Nabi Nuh berada di tengah-tengah kaumnya selama sembilan ratus lima puluh tahun berdakwah menyampaikan risalah Tuhan, mengajak mereka meninmggalkan penyembahan berhala dan kembali menyembah dan beribadah kepada Allah Yang maha Kuasa memimpin mereka keluar dari jalan yang sesat dan gelap ke jalan yang benar dan terang, mengajar mereka hukum-hukum syariat dan agama yang diwahyukan oleh Allah kepadanya, mangangkat darjat manusia yang tertindas dan lemah ke tingak yang sesuai dengan fitrah dan qudratnya dan berusaha menghilangkan sifat-sifat sombong dan bongkak yang melekat pd para pembesar kaumnya dan medidik agar mereka berkasih sayang, tolong-menolong diantara sesama manusia. Akan tetapi dalam waktu yang cukup lama itu, Nabi Nuh tidak berhasil menyedarkan an menarik kaumnya untuk mengikuti dan menerima dakwahnya beriman, bertauhid dan beribadat kepada Allah kecuali sekelompok kecil kaumnya yang tidak mencapai seramai seratus orang, walaupun ia telah melakukan tugasnya dengan segala daya-usahanya dan sekuat tenaganya dengan penuh kesabaran dan kesulitan menghadapi penghinaan, ejekan dan cercaan makian kaumnya, karena ia mengharapkan akan dtg masanya di mana kaumnya akan sedar diri dan dtg mengakui kebenarannya dan kebenaran dakwahnya. Harapan Nabi Nuh akan kesedaran kaumnya ternyata makin hari makin berkurangan dan bahawa sinar iman dan takwa tidak akan menebus ke dalam hati mereka yang telah tertutup rapat oleh ajaran dan bisikan Iblis. Hal mana Nabi Nuh berupa berfirman Allah yang bermaksud:
"Sesungguhnya tidak akan seorang drp kaumnya mengikutimu dan beriman kecuali mereka yang telah mengikutimu dan beriman lebih dahulu, maka jgnlah engkau bersedih hati karena apa yang mereka perbuatkan."
Dengan penegasan firman Allah itu, lenyaplah sisa harapan Nabi Nuh dari kaumnya dan habislah kesabarannya. Ia memohon kepada Allah agar menurunkan Azab-Nya di atas kaumnya yang berkepala batu seraya berseru:"Ya Allah! Jgnlah Engkau biarkan seorang pun drp orang-orang kafir itu hidup dan tinggal di atas bumi ini. Mareka akan berusaha menyesatkan hamba-hamba-Mu, jika Engkau biarkan mereka tinggal dan mereka tidak akan melahirkan dan menurunkan selain anak-anak yang berbuat maksiat dan anak-anak yang kafir spt.mereka."
Doa Nabi Nuh dikalbulkan oleh Allah dan permohonannya diluluskan dan tidak perlu lagi menghiraukan dan mempersoalkan kaumnya, karena mereka itu akan menerima hukuman Allah dengan mati tenggelam.
Nabi Nuh Membuat Kapal
Setelah menerima perintah Allah untuk membuat sebuah kapal, segeralah Nabi Nuh mengumpulkan para pengikutnya dan mulai mereka mengumpulkan bhn yang diperlukan untuk maksud tersebut, kemudian dengan mengambil tempat di luar dan agak jauh dari kota dan keramaiannya mereka dengan rajin dan tekun bekerja siang dan malam menyelesaikan pembinaan kapal yang diperintahkan itu.
Walaupun Nabi Nuh telah menjauhi kota dan masyarakatnya, agar dpt bekerja dengan tenang tanpa gangguan bagi menyelesaikan pembinaan kapalnya namun ia tidak luput dari ejekan dan cemuhan kaumnya yang kebetulan atau sengaja melalui tempat kerja membina kapal itu. Mereka mengejek dan mengolok-olk dengan mengatakan:"Wahai Nuh! Sejak bila engkau telah menjadi tukang kayu dan pembuat kapal?Bukankah engkau seorang nabi dan rasul menurut pengakuanmu, kenapa sekarang menjadi seorang tukang kayu dan pembuat kapal.Dan kapal yang engkau buat itu di tempat yang jauh dari air ini adalah maksudmu untuk ditarik oleh kerbau ataukah mengharapkan angin yang ankan menarik kapalmu ke laut?"Dan lain-lain kata ejekan yang diterima oleh Nabi Nuh dengan sikap dingin dan tersenyum seraya menjawab:"Baiklah tunggu saja saatnya nanti, jika kamu sekrg mengejek dan mengolok-olok kami maka akan tibalah masanya kelak bg kami untuk mengejek kamu dan akan kamu ketahui kelak untuk apa kapal yang kami siapkan ini.Tunggulah saatnya azab dan hukuman Allah menimpa atas diri kamu."
Setelah selesai pekerjaan pembuatan kapal yang merupakan alat pengangkutan laut pertama di dunia, Nabi Nuh menerima wahyu dari Allah:"Siap-siaplah engkau dengan kapalmu, bila tiba perintah-Ku dan terlihat tanda-tanda drp-Ku maka segeralah angkut bersamamu di dalam kapalmu dan kerabatmu dan bawalah dua pasang dari setiap jenis makhluk yang ada di atas bumi dan belayarlah dengan izin-Ku."
Kemudian tercurahlah dari langit dan memancur dari bumi air yang deras dan dahsyat yang dalam sekelip mata telah menjadi banjir besar melanda seluruh kota dan desa menggenangi daratan yang rendah mahupun yang tinggi sampai mencapai puncak bukit-bukit sehingga tiada tempat berlindung dari air bah yang dahsyat itu kecuali kapal Nabi Nuh yang telah terisi penuh dengan para orang mukmin dan pasangan makhluk yang diselamatkan oleh Nabi Nuh atas perintah Allah.
Dengan iringan"Bismillah majraha wa mursaha"belayarlah kapal Nabi Nuh dengan lajunya menyusuri lautan air, menentang angin yang kadang kala lemah lembut dan kadang kala ganas dan ribut. Di kanan kiri kapal terlihatlah orang-orang kafir bergelut melawan gelombang air yang menggunung berusaha menyelamat diri dari cengkaman maut yang sudah sedia menerkam mereka di dalam lipatan gelombang-gelombang itu.
Tatkala Nabi Nuh berada di atas geladak kapal memperhatikan cuaca dan melihat-lihat orang-orang kafir dari kaumnya sedang bergelimpangan di atas permukaan air, tiba-tiba terlihatlah olehnya tubuh putera sulungnya yang bernama "Kan'aan" timbul tenggelam dipermainkan oleh gelombang yang tidak menaruh belas kasihan kepada orang-orang yang sedang menerima hukuman Allah itu. Pada saat itu, tanpa disadari, timbullah rasa cinta dan kasih sayang seorang ayah terhadap putera kandungnya yang berada dalam keadaan cemas menghadapi maut ditelan gelombang.
Nabi Nuh secara spontan, terdorong oleh suara hati kecilnya berteriak dengan sekuat suaranya memanggil puteranya:Wahai anakku! Datanglah kemari dan gabungkan dirimu bersama keluargamu. Bertaubatlah engkau dan berimanlah kepada Allah agar engkau selamat dan terhindar dari bahaya maut yang engkau menjalani hukuman Allah." Kan'aan, putera Nabi Nuh, yang tersesat dan telah terkena racun rayuan syaitan dan hasutan kaumnya yang sombong dan keras kepala itu menolak dengan keras ajakan dan panggilan ayahnya yang menyayanginya dengan kata-kata yang menentang:"Biarkanlah aku dan pergilah, jauhilah aku, aku tidak sudi berlindung di atas geladak kapalmu aku akan dapat menyelamatkan diriku sendiri dengan berlindung di atas bukit yang tidak akan dijangkau oleh air bah ini."
Nuh menjawab:"Percayalah bahawa tempat satu-satunya yang dapat menyelamatkan engkau ialah bergabung dengan kami di atas kapal ini. Masa tidak akan ada yang dapat melepaskan diri dari hukuman Allah yang telah ditimpakan ini kecuali orang-orang yang memperolehi rahmat dan keampunan-Nya."
Setelah Nabi Nuh mengucapkan kata-katanya tenggelamlah Kan'aan disambar gelombang yang ganas dan lenyaplah ia dari pandangan mata ayahnya, tergelincirlah ke bawah lautan air mengikut kawan-kawannya dan pembesar-pembesar kaumnya yang durhaka itu.
Nabi Nuh menolak pensyaratan kaumnya dan berkata:"Risalah dan agama yang aku bawa adalah untuk semua orang tiada pengecualian, yang pandai mahupun yang bodoh, yang kaya mahupun miskin, majikan ataupun buruh ,diantara peguasa dan rakyat biasa semuanya mempunyai kedudukan dan tempat yang sama trehadap agama dan hukum Allah. Andai kata aku memenuhi pensyaratan kamu dan meluluskan keinginanmu menyingkirkan para pengikutku yang setia itu, maka siapakah yang dpt ku harapkan akan meneruskan dakwahku kepada orang ramai dan bagaimana aku sampai hati menjauhkan drpku orang-orang yang telah beriman dan menerima dakwahku dengan penuh keyakinan dan keikhlasan di kala kamu menolaknya serta mengingkarinya, orang-orang yang telah membantuku dalam tugasku di kala kamu menghalangi usahaku dan merintangi dakwahku. Dan bagaimanakah aku dpt mempertanggungjawabkan tindakan pengusiranku kepada mereka terhadap Allah bila mereka mengadu bahawa aku telah membalas kesetiaan dan ketaatan mereka dengan sebaliknya semata-mata untuk memenuhi permintaanmu dan tunduk kepada pensyaratanmu yang tidak wajar dan tidak dpt diterima oleh akal dan fikiran yang sihat. Sesungguhnay kamu adalah orang-orang yang bodoh dan tidak berfikiran sihat.
Pada akhirnya, karena merasa tidak berdaya lagi mengingkari kebenaran kata-kata Nabi Nuh dan merasa kehabisan alasan dan hujjah untuk melanjutkan dialog dengan beliau, maka berkatalah mereka:"Wahai Nabi Nuh! Kita telah banyak bermujadalah dan berdebat dan cukup berdialog serta mendengar dakwahmu yang sudah menjemukan itu. Kami tetap tidak akan mengikutimu dan tidak akan sesekali melepaskan kepercayaan dan adat-istiadat kami sehingga tidak ada gunanya lagi engkau mengulang-ulangi dakwah dan ajakanmu dan bertegang lidah dengan kami. datangkanlah apa yang engkau benar-benar orang yang menepati janji dan kata-katanya. Kami ingin melihat kebenaran kata-katamu dan ancamanmu dalam kenyataan. Karena kami masih tetap belum mempercayaimu dan tetap meragukan dakwahmu."
Nabi Nuh Berputus Asa Dari Kaumnya
Nabi Nuh berada di tengah-tengah kaumnya selama sembilan ratus lima puluh tahun berdakwah menyampaikan risalah Tuhan, mengajak mereka meninmggalkan penyembahan berhala dan kembali menyembah dan beribadah kepada Allah Yang maha Kuasa memimpin mereka keluar dari jalan yang sesat dan gelap ke jalan yang benar dan terang, mengajar mereka hukum-hukum syariat dan agama yang diwahyukan oleh Allah kepadanya, mangangkat darjat manusia yang tertindas dan lemah ke tingak yang sesuai dengan fitrah dan qudratnya dan berusaha menghilangkan sifat-sifat sombong dan bongkak yang melekat pd para pembesar kaumnya dan medidik agar mereka berkasih sayang, tolong-menolong diantara sesama manusia. Akan tetapi dalam waktu yang cukup lama itu, Nabi Nuh tidak berhasil menyedarkan an menarik kaumnya untuk mengikuti dan menerima dakwahnya beriman, bertauhid dan beribadat kepada Allah kecuali sekelompok kecil kaumnya yang tidak mencapai seramai seratus orang, walaupun ia telah melakukan tugasnya dengan segala daya-usahanya dan sekuat tenaganya dengan penuh kesabaran dan kesulitan menghadapi penghinaan, ejekan dan cercaan makian kaumnya, karena ia mengharapkan akan dtg masanya di mana kaumnya akan sedar diri dan dtg mengakui kebenarannya dan kebenaran dakwahnya. Harapan Nabi Nuh akan kesedaran kaumnya ternyata makin hari makin berkurangan dan bahawa sinar iman dan takwa tidak akan menebus ke dalam hati mereka yang telah tertutup rapat oleh ajaran dan bisikan Iblis. Hal mana Nabi Nuh berupa berfirman Allah yang bermaksud:
"Sesungguhnya tidak akan seorang drp kaumnya mengikutimu dan beriman kecuali mereka yang telah mengikutimu dan beriman lebih dahulu, maka jgnlah engkau bersedih hati karena apa yang mereka perbuatkan."
Dengan penegasan firman Allah itu, lenyaplah sisa harapan Nabi Nuh dari kaumnya dan habislah kesabarannya. Ia memohon kepada Allah agar menurunkan Azab-Nya di atas kaumnya yang berkepala batu seraya berseru:"Ya Allah! Jgnlah Engkau biarkan seorang pun drp orang-orang kafir itu hidup dan tinggal di atas bumi ini. Mareka akan berusaha menyesatkan hamba-hamba-Mu, jika Engkau biarkan mereka tinggal dan mereka tidak akan melahirkan dan menurunkan selain anak-anak yang berbuat maksiat dan anak-anak yang kafir spt.mereka."
Doa Nabi Nuh dikalbulkan oleh Allah dan permohonannya diluluskan dan tidak perlu lagi menghiraukan dan mempersoalkan kaumnya, karena mereka itu akan menerima hukuman Allah dengan mati tenggelam.
Nabi Nuh Membuat Kapal
Setelah menerima perintah Allah untuk membuat sebuah kapal, segeralah Nabi Nuh mengumpulkan para pengikutnya dan mulai mereka mengumpulkan bhn yang diperlukan untuk maksud tersebut, kemudian dengan mengambil tempat di luar dan agak jauh dari kota dan keramaiannya mereka dengan rajin dan tekun bekerja siang dan malam menyelesaikan pembinaan kapal yang diperintahkan itu.
Walaupun Nabi Nuh telah menjauhi kota dan masyarakatnya, agar dpt bekerja dengan tenang tanpa gangguan bagi menyelesaikan pembinaan kapalnya namun ia tidak luput dari ejekan dan cemuhan kaumnya yang kebetulan atau sengaja melalui tempat kerja membina kapal itu. Mereka mengejek dan mengolok-olk dengan mengatakan:"Wahai Nuh! Sejak bila engkau telah menjadi tukang kayu dan pembuat kapal?Bukankah engkau seorang nabi dan rasul menurut pengakuanmu, kenapa sekarang menjadi seorang tukang kayu dan pembuat kapal.Dan kapal yang engkau buat itu di tempat yang jauh dari air ini adalah maksudmu untuk ditarik oleh kerbau ataukah mengharapkan angin yang ankan menarik kapalmu ke laut?"Dan lain-lain kata ejekan yang diterima oleh Nabi Nuh dengan sikap dingin dan tersenyum seraya menjawab:"Baiklah tunggu saja saatnya nanti, jika kamu sekrg mengejek dan mengolok-olok kami maka akan tibalah masanya kelak bg kami untuk mengejek kamu dan akan kamu ketahui kelak untuk apa kapal yang kami siapkan ini.Tunggulah saatnya azab dan hukuman Allah menimpa atas diri kamu."
Setelah selesai pekerjaan pembuatan kapal yang merupakan alat pengangkutan laut pertama di dunia, Nabi Nuh menerima wahyu dari Allah:"Siap-siaplah engkau dengan kapalmu, bila tiba perintah-Ku dan terlihat tanda-tanda drp-Ku maka segeralah angkut bersamamu di dalam kapalmu dan kerabatmu dan bawalah dua pasang dari setiap jenis makhluk yang ada di atas bumi dan belayarlah dengan izin-Ku."
Kemudian tercurahlah dari langit dan memancur dari bumi air yang deras dan dahsyat yang dalam sekelip mata telah menjadi banjir besar melanda seluruh kota dan desa menggenangi daratan yang rendah mahupun yang tinggi sampai mencapai puncak bukit-bukit sehingga tiada tempat berlindung dari air bah yang dahsyat itu kecuali kapal Nabi Nuh yang telah terisi penuh dengan para orang mukmin dan pasangan makhluk yang diselamatkan oleh Nabi Nuh atas perintah Allah.
Dengan iringan"Bismillah majraha wa mursaha"belayarlah kapal Nabi Nuh dengan lajunya menyusuri lautan air, menentang angin yang kadang kala lemah lembut dan kadang kala ganas dan ribut. Di kanan kiri kapal terlihatlah orang-orang kafir bergelut melawan gelombang air yang menggunung berusaha menyelamat diri dari cengkaman maut yang sudah sedia menerkam mereka di dalam lipatan gelombang-gelombang itu.
Tatkala Nabi Nuh berada di atas geladak kapal memperhatikan cuaca dan melihat-lihat orang-orang kafir dari kaumnya sedang bergelimpangan di atas permukaan air, tiba-tiba terlihatlah olehnya tubuh putera sulungnya yang bernama "Kan'aan" timbul tenggelam dipermainkan oleh gelombang yang tidak menaruh belas kasihan kepada orang-orang yang sedang menerima hukuman Allah itu. Pada saat itu, tanpa disadari, timbullah rasa cinta dan kasih sayang seorang ayah terhadap putera kandungnya yang berada dalam keadaan cemas menghadapi maut ditelan gelombang.
Nabi Nuh secara spontan, terdorong oleh suara hati kecilnya berteriak dengan sekuat suaranya memanggil puteranya:Wahai anakku! Datanglah kemari dan gabungkan dirimu bersama keluargamu. Bertaubatlah engkau dan berimanlah kepada Allah agar engkau selamat dan terhindar dari bahaya maut yang engkau menjalani hukuman Allah." Kan'aan, putera Nabi Nuh, yang tersesat dan telah terkena racun rayuan syaitan dan hasutan kaumnya yang sombong dan keras kepala itu menolak dengan keras ajakan dan panggilan ayahnya yang menyayanginya dengan kata-kata yang menentang:"Biarkanlah aku dan pergilah, jauhilah aku, aku tidak sudi berlindung di atas geladak kapalmu aku akan dapat menyelamatkan diriku sendiri dengan berlindung di atas bukit yang tidak akan dijangkau oleh air bah ini."
Nuh menjawab:"Percayalah bahawa tempat satu-satunya yang dapat menyelamatkan engkau ialah bergabung dengan kami di atas kapal ini. Masa tidak akan ada yang dapat melepaskan diri dari hukuman Allah yang telah ditimpakan ini kecuali orang-orang yang memperolehi rahmat dan keampunan-Nya."
Setelah Nabi Nuh mengucapkan kata-katanya tenggelamlah Kan'aan disambar gelombang yang ganas dan lenyaplah ia dari pandangan mata ayahnya, tergelincirlah ke bawah lautan air mengikut kawan-kawannya dan pembesar-pembesar kaumnya yang durhaka itu.
Nabi Nuh bersedih hati dan berdukacita atas kematian puteranya dalam
keadaan kafir tidak beriman dan belum mengenal Allah. Beliau
berkeluh-kesah dan berseru kepada Allah:"Ya Tuhanku, sesungguhnya
puteraku itu adalah darah dagingku dan adalah bahagian dari keluargaku
dan sesungguhnya janji-Mu adalha janji benar dan Engkaulah Maha Hakim
yang Maha Berkuasa."Kepadanya Allah berfirman:"Wahai Nuh! Sesungguhnya
dia puteramu itu tidaklah termasuk keluargamu, karena ia telah
menyimpang dari ajaranmu, melanggar perintahmu menolak dakwahmu dan
mengikuti jejak orang-orang yang kafir drp kaummu.Coretlah namanya dari
daftar keluargamu.Hanya mereka yang telah menerima dakwahmu mengikuti
jalanmu dan beriman kepada-Ku dpt engkau masukkan dan golongkan ke dalam
barisan keluargamu yang telah Aku janjikan perlindungannya danterjamin
keselamatan jiwanya.Adapun orang-orang yang mengingkari risalah mu,
mendustakan dakwahmu dan telah mengikuti hawa nafsunya dan tuntutan
Iblis, pastilah mereka akan binasa menjalani hukuman yang telah Aku
tentukan walau mereka berada dipuncak gunung. Maka janganlah engkau
sesekali menanyakan tentang sesuatu yang engkau belum ketahui. Aku
ingatkan janganlah engkau sampai tergolong ke dalam golongan orang-orang
yang bodoh."
Nabi Nuh sedar segera setelah menerima teguran dari Allah bahwa cinta
kasih sayangnya kepada anaknya telah menjadikan ia lupa akan janji dan
ancaman Allah terhadap orang-orang kafir termasuk puteranya sendiri. Ia
sedar bahawa ia tersesat pd saat ia memanggil puteranya untuk
menyelamatkannya dari bencana banjir yang didorong oleh perasaan naluri
darah yang menghubungkannya dengan puteranya padahal sepatutnya cinta
dan taat kepada Allah harus mendahului cinta kepada keluarga dan
harta-benda. Ia sangat sesalkan kelalaian dan kealpaannya itu dan
menghadap kepada Allah memohon ampun dan maghfirahnya dengan berseru:"Ya
Tuhanku aku berlindung kepada-Mu dari godaan syaitan yang terlaknat,
ampunilah kelalaian dan kealpaanku sehingga aku menanyakan sesuatu yang
aku tidak mengetahuinya. Ya Tuhanku bila Engkau tidak memberi ampun dan
maghfirah serta menurunkan rahmat bagiku, nescaya aku menjadi orang yang
rugi."
Sabtu, 19 November 2011
Aku Hilang
saat sang ombak hempaskan karang didasar samudera yang terdalam ...
saat senja tenggelam aku hilang ...
kala bintang terdiam meratap terang bulan ...
kala itu ku hilang ...
menarilah...menarilah sampai ke awan ...
hingga syairmu tak terngiang...
bernyanyilah...bernyanyilah ditengah cahaya...
sampai remang...
hingga aku terbuang ...
dipenghujung malam aku tersesat disudut gelap...
dipersimpangan aku berjalan tanpa persinggahan ...
aku hilang...
Minggu, 06 November 2011
Pelangii [?]
malam masih diam...
terengah menunggu fajar..,
bintang.., kau tau ku lelah,
kumengerti kau tertatih...dulu ku menanti,
kini...kekasihmmu pergi....
kunanti kau pelangi...
hadirlah...
hiasi jingga dihati...
Langganan:
Postingan (Atom)
