Bisa dikatakan ini lah waktunya...
waktu terlelah...
waktu yg tidak mudah
Kecewaan seusai penantian pengharapan yg tidak singkat..
sungguh bukan waktu yang mudah..
Tuhan
kusandarkan semua hidup ini padamu
hanya engkau sang mengetahui rintihan tak terlihat ini...
engkau maha tahu bahwasannya aku hidup untuk mereka...kedua manusia yang telah Engkau percayakanku untuk dimiliki oleh mereka...
Dan lagii..
bukan untuk yang pertama aku mengecewakannya...
Raga ini seolah bernyawa...
lidah ini terhenti berucap
jiwa ini kosong
hanya gelap yang tertangkap oleh mata...
Deras airmata pun tak bisa menggambarkan perasaan itu
Minggu, 22 Februari 2015
Rabu, 21 Mei 2014
Algoritma Penjadwalan CPU
Penjadwalan CPU adalah permasalahan menentukan proses mana pada ready queue
yang dialokasikan ke CPU. Terdapat beberapa algoritma penjadwalan CPU,
diantaranya :
- Algoritma Penjadwalan First
Come, First Served (FIFO).
- Algoritma Penjadwalan Shortest
Job First.
- Algoritma Penjadwalan Priority
Schedulling (jadwal prioritas).
- Algoritma Penjadwalan Round
Robin.
- Algoritma Penjadwalan First Come, First Served (FCFS)
Proses
yang pertama kali meminta jatah waktu untuk menggunakan CPU akan dilayani
terlebih dahulu. Dan rata-rata waktu tunggu (Average waiting time) cukup
tinggi.
Algoritma
penjadwalan FCFS merupakan salah satu strategi penjadwalan non-Preemptive
karena sekali CPU dialokasikan pada suatu proses, maka proses tersebut akan
tetap memakai CPU sampai proses tersebut melepaskannhya, yaitu jika proses
berhenti atau meminta I/O
Kelemahan
dari algoritma ini:
1.
Waiting time rata-ratanya cukup lama.
2.
Terjadinya convoy
effect, yaitu proses-proses menunggu lama untuk menunggu 1 proses
besar yang sedang dieksekusi oleh CPU. Algoritma ini juga menerapkan konsep
non-preemptive, yaitu setiap proses yang sedang dieksekusi oleh CPU tidak dapat
di-interrupt oleh proses yang lain.
- Algoritma Shortest Job First Scheduler
Algoritma
ini digunakan ketika CPU bebas proses yang mempunyai waktu terpendek untuk
menyelesaikannya mendapat prioritas. Seandainya dua proses atau lebih mempunyai
waktu yang sama maka FCFS algoritma digunakan untuk menyelsaikan masalah
tersebut.
Prinsip
algoritma penjadwalan ini adalah, proses yang memiliki CPU burst paling kecil
dilayani terlebih dahulu. Oleh karena itu, algoritma ini optimal jika
digunakan, tetapi sulit untuk diimplementasikan karena sulit mengetahui CPU
burst selanjutnya.
Ada
dua skema dalam SJFS ini yaitu:
- Non premptive— ketika CPU
memberikan kepada proses itu tidak bisa ditunda hingga selesai.
- premptive— bila sebuah proses datang
dengan waktu proses lebih rendah dibandingkan dengan waktu proses yang
sedang dieksekusi oleh CPU maka proses yang waktunya lebih rendah
mendapatkan prioritas
- Algoritma Penjadwalan Priority
Schedulling (jadwal prioritas)
Penjadualan
SJF (Shortest Job First) adalah kasus khusus untuk algoritma penjadual
Prioritas. Prioritas dapat diasosiasikan masing-masing proses dan CPU
dialokasikan untuk proses dengan prioritas tertinggi. Untuk proritas yang sama
dilakukan dengan FCFS.
Ada
pun algoritma penjadual prioritas adalah sebagai berikut:
• Setiap
proses akan mempunyai prioritas (bilangan integer). Beberapa sistem menggunakan
integer dengan urutan kecil untuk proses dengan prioritas rendah, dan sistem
lain juga bisa menggunakan integer urutan kecil untuk proses dengan prioritas
tinggi. Tetapi dalam teks ini diasumsikan bahwa integer kecil merupakan
prioritas tertinggi.
• CPU
diberikan ke proses dengan prioritas tertinggi (integer kecil adalah prioritas
tertinggi).
• Dalam
algoritma ini ada dua skema yaitu:
1. Preemptive:
proses dapat di interupsi jika terdapat prioritas lebih tinggi yang memerlukan
CPU.
2.
Nonpreemptive: proses dengan prioritas tinggi akan mengganti pada saat pemakain
time-slice habis.
• SJF
adalah contoh penjadual prioritas dimana prioritas ditentukan oleh waktu
pemakaian CPU berikutnya. Permasalahan yang muncul dalam penjadualan prioritas
adalah indefinite blocking atau starvation.
• Kadang-kadang
untuk kasus dengan prioritas rendah mungkin tidak pernah dieksekusi.
• Prioritas
akan naik jika proses makin lama menunggu waktu jatah CPU.
- Algoritma Penjadwalan Round Robin.
Algoritma
Round Robin (RR) dirancang untuk sistem time sharing. Algoritma ini mirip
dengan penjadual FCFS, namun preemption ditambahkan untuk switch antara proses.
Antrian ready diperlakukan atau dianggap sebagai antrian sirkular. CPU
mengelilingi antrian ready dan mengalokasikan masing-masing proses untuk
interval waktu tertentu sampai satu time slice/ quantum.
Berikut
algoritma untuk penjadual Round Robin:
• Setiap
proses mendapat jatah waktu CPU (time slice/ quantum) tertentu Time
slice/quantum umumnya antara 10 – 100 milidetik.
- Setelah time slice/ quantum
maka proses akan di-preempt dan dipindahkan ke antrian ready.
- Proses ini adil dan sangat
sederhana.
• Jika
terdapat n proses di “antrian ready” dan waktu quantum q (milidetik), maka:
- Maka setiap proses akan
mendapatkan 1/n dari waktu CPU.
- Proses tidak akan menunggu
lebih lama dari: (n-1)q time units.
• Kinerja
dari algoritma ini tergantung dari ukuran time quantum.
- Time Quantum dengan ukuran yang
besar maka akan sama dengan FCFS.
- Time Quantum dengan ukuran yang
kecil maka time quantum harus diubah ukurannya lebih besar dengan respek
pada alih konteks sebaliknya akan memerlukan ongkos yang besar
Video Simulasi Algoritma
Penjadwalan
http://www.youtube.com/watch?v=e3WCqgkpk4w
Minggu, 23 Desember 2012
Rabu, 04 Januari 2012
Berbakti pada kedua orang tua
Allah SWT berfirman yg atinya “Dan Tuhanmu telah memerintahkan
supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik
pada ibu bapakmu dgn sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari mereka atau
kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka janganlah
sekali-kali kamu berkata ‘ah’ kepada mereka dan janganlah kamu membentak
mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yg mulia. Dan
rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dgn penuh kasih sayang dan ucapkanlah “Wahai Tuhanku rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidik aku waktu kecil”.”
. Kewajiban mengesakan Allah adl suatu kewajiban yg mutlak dan tak bisa
diganggu gugat. Tauhid adl inti utama ajaran Islam. Di atasnya berdiri
segala pokok dan cabang-cabang ajaran Islam. Tidaklah berarti amal
seseorang jika ia berbuat syirik terhadap Allah krn syirik dapat
menghapus segala kebajikan yg telah dibuat. Bahkan Allah tidak memberi
ampunan bagi orang yg mati dalam keadaan syirik. Oleh krn itu perintah
utk hanya menyembah dan mengesakan Allah selalu dikedepankan agar segala
kebajikan yg dilakukan setelah itu diterima di sisi Allah. Lagi pula
tidaklah pantas manusia menyekutukan Allah dgn apa pun krn segala seuatu
selain Allah adl ciptaan-Nya. Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Taala
memerintahkan kita utk berbakti kepada orang tua dgn sebaik-baiknya.
Dalam beberapa ayat Alquran perintah berbakti kepada orang tua selalu
berada setelah perintah menyembah dan mengesakan Allah semata. Hal ini
sangat tegas dalam menyatakan begitu pentingnya dan tingginya kedudukan
orang tua terhadap anaknya di sisi Allah. Semua orang tahu arti dan
nilai orang tua bagi mereka namun krn manusia ini banyak yg zalim dan
bodoh banyak pula yg melalaikan orang tua dan mempergaulinya dgn buruk.
Kalaulah kita sejenak merenung mengapa harus berbakti kepada orang tua
niscaya kita akan mendapatkan banyak alasan yg tak dapat kita pungkiri.
Namun saat ini banyak sekali anak-anak yg tak mengerti bagaimana
berbakti kepada orang tua. Membantah menjadi hal yg biasa krn banyak
gurunya di televisi begitu juga mengabaikan orang tua dan sebagainya.
Allah kemudian melarang kita mengucapkan “ah” kepada orang tua kita. Nah
jika mengucapkan “ah” saja tidak boleh maka kata-kata atau perbuatan yg
lbh jelek dari itu tentu saja tidak boleh. Kemudian diikuti dgn
larangan membentak dan menghardik dan tentu saja semua orang tahu bahwa
hal itu tidak baik. Meski demikian banyak orang yg lalai kalau tidak
diperingatkan. Kemudian Allah memerintahkan kita utk mengucapkan
kata-kata yg penuh kemuliaan dan kasih sayang kepada mereka. Allah
sebutkan bahwa semua itu jika mereka telah berusia lanjut. Hal ini bukan
berarti ketika orang tua masih muda kemudian kita boleh saja
mengucapkan “ah” dan lain sebagainya. Bukan begitu maksudnya. Disebutkan
masa tua adl krn secara umum pada masa itulah orang tua banyak
menyibukkan anak dan butuh perhatian lbh dari anaknya. Itu krn mereka
sudah lemah dan butuh bantuan orang lain. Tentunya yg berkewajiban
membantu adl anak-anaknya pertama kali. Nah pada situasi seperti inilah
biasanya anak-anaknya banyak yg tidak sabar dalam melayani kebutuhan
orang tuanya. Sering terjadi mereka malah mengeluh dan kesal lalu
akhirnya mulai mengeluh di hadapan orang tuanya itu dan bahkan mengumpat
serta menghardik. Ketidakpedulian inilah yg membuat banyak orang tua di
Barat dikirim ke panti-panti jompo oleh anak-anaknya krn sang anak lbh
mengutamakan kebebasan semu dari pada bakti kepada orang tuanya. Hal ini
perlu kita waspadai agar tidak terjadi pada diri dan keluarga kita.
Kejadian sepeti itu tak terbantahkan serta tak terobati sakitnya bagi
orang tua telebih lagi jika diabaikan anaknya sendiri. Setelah perintah
berkata-kata yg mulia dan baik Allah memerintahkan kita utk bersikap
rendah diri dan penuh kasih sayang kepada mereka terutama pada masa usia
lanjut. Karena pada saat itulah mereka lbh membutuhkannya. Bukankah
pada masa mudanya merekalah yg lbh banyak memberi kita kasih sayang? Kemudian diikuti oleh perintah utk berdoa bagi mereka yaitu mendoakan agar Allah memberikan rahmat kasih sayang-Nya kepada mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidik sang anak dgn penuh kasih
sayang waktu kecil dulu. Lafal ayat ini bisa kita jadikan doa utk orang
tua kita “Rabbirhamhuma kamaa rabbayaanii shagiira.” Artinya “Tuhanku..
rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku waktu
kecil.” Sudahkan kita mendoakan orang tua kita tiap selesai salat lima
waktu atau di lain kesempatan? Apa yg telah kita lakukan utk orang tua
kita? Sudahkah kita membayangkan apa yg akan terjadi pada kita jika
hidup tanpa orang tua? Apakah jasa-jasanya telah kita balas? Mampukah
kita membalasnya? Ataukah harta dan kekayaan kita mampu menggantikan
segala jasa orang tua kita? Masih banyak pertanyaan yg perlu kita
renungkan dan camkan pada diri kita. Wallahu al-musta’aan. . Al-Islam - Pusat Infomasi dan Komunikasi Islam Indonesia
sumber file al_islam.chm
Tentang Universitas Bina Darma
|
UBD berdiri atas penggabungan 3 (tiga) Sekolah Tinggi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 112/D/0/2002 tanggal 7 Juni 2002 yaitu STMIK Bina Darma (Surat Keputusan Mendikbud RI. Nomor : 027/D/O/1994, tanggal 18 Mei 1994), STIE Bina Darma (SK. Mendikbud RI. Nomor : 046/D/O/1994, tanggal 7 Juli 1994), dan STBA Bina Darma (Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor : 143/D/0/2001 tanggal 27 Agustus 2001). Universitas Bina Darma adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang mengasuh dan mengembangkan ilmu dan keahlian profesional pada 7 (tujuh) fakultas (Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi, Fakultas Bahasa dan Sastra, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) dengan program studi unggulan tiap fakultas yang berada di Sumatera Selatan. Universitas Bina Darma mempunyai komitmen untuk menciptakan lulusan yang siap kerja dan dapat diterima di masyarakat. Untuk itulah Universitas Bina Darma mengusahakan Sertifikasi dari International Organization for Standarization ( ISO 9001:2000 ), dan pada tanggal 7 Juli 2003 telah memperoleh Sertifikasi dengan nomor Registrasi 04100. 30981. Dengan telah ditetapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2000 di Universitas Bina Darma maka setiap aktivitas dilaksanakan dengan terencana dan hasilnya dapat diukur secara objektif. Hal ini berarti proses belajar mengajar di Universitas Bina Darma telah sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang berlaku, sehingga lulusannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. UBD secara aktif mengembangkan kerja sama di dalam maupun luar negeri yang saat ini tercatat memiliki perjanjian dengan UBD diantaranya adalah: University of Industri Selangor (UNISEL) Malaysia, Sun Microsystem, Barring Edu Training Sdn Bhd-Malaysia, Pearson VUE Authorised Center-India, NIIT Antilles NV – Neteherlands, Planet Edupro Indonesia (University of Cambridge English for Speakers of Other languages (ESOL) Authorised Main Center), Cisco Networking Academy, Stichting Hogeschool Zeeland (HZ)-Holland, dan NPO International Japanese Education Center. |
Renungan Malam
Renungan
penuh hikmah, renungan hidup penuh manfaat, renungan hati penuh makna,
renungan malam penuh tujuan, renungan harian penuh arti, renungan cinta
menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang, renungan Islam penuh berkah,
karena renungan adalah sarana yang tepat untuk introspeksi diri, karena renungan bisa sebagai motivasi
hidup, dan untuk inilah aku tulisakan catatan renungan hidupku sebagai
pengingat diri. Di keheningan malam ini, saat bulan purnama menyinari
bumi, aku
merasa ingin sekali menuliskan sesuatu tentang catatan renunganku saat
sepertiga malam ini. Semoga catatan renungan ini banyak membawa hikmah
dan manfaat untuk diri sendiri, keluarga dan tak lupa untuk
sahabat-sahabatku. Dan sebagai pedoman hidupku bahwa renungan adalah
awal dari petualangan dan perjalanan hidup, bukan sebagai akhir dari
usaha dan ikhtiar kita.
Setiap orang akan berbeda dalam menyikapi berbagai gejolak hidupnya.
Menyikapi hidup dan kehidupan terkadang gampang-gampang susah. Gampang
untuk bicara, susah untuk dijalankan. Adakalanya kita bisa berpikiran
jernih sehingga semuanya nampak indah, dan adakalanya hati kita
dalam keadaan gelap sehingga keluh kesah pun tak dapat dihindari.
Keluh kesah dan ketenangan silih berganti menyelimuti perjalanan hidup
kita. Dan semuanya sudah menjadi hukum Allah bahwa kehidupan ini memang
selalu berputar dan berpasang-pasangan, yang menjadikannya sebagai
ujian, pelajaran, cobaan dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir.
Manusia dengan perbedaan cara pandangnya, selalu menanti kehadiran
masa-masa yang tenang sehingga bisa menjadikannya sebagai sebuah
kebahagiaan dan ketentraman yang dalam. Masa-masa yang tenang ini akan
sangat berdampak pada penjernihan akal dan pikiran manusia. Tetapi
tidak sedikit pula manusia yang dapat merasakan ketenangan hati dengan
tidak terpengaruh tempat dan waktu. Bagi mereka, suasana ramai maupun
sepi, malam ataupun siang, semuanya sama karena sudah terpancar sinar
ketenangan dan kedamaian dalam hatinya. Sungguh beruntung orang yang
memiliki tipe seperti itu.
Lain dengan mereka, lain pula dengan diriku. Aku
termasuk orang yang sangat menikmati kesunyian malam. Bagiku, suasana
malam menjelang pagi adalah masa-masa yang selalu indah untuk aku
nikmati, sungguh suasana yang sangat menenggelamkan segala kegelisahan
dan kekacauan pikiranku. Teringat akan masa lalu yang penuh kebahagiaan
bersama orangtua dan saudara kandungku, teringat akan masa kecilku saat bermain bersama sahabat-sahabatku,
teringat masa penuh keceriaan bersama kawan-kawanku semasa sekolah.
Terkadang semuanya membuat hati larut dalam kerinduan yang dalam.
Aku semakin percaya bahwa memang benar Allah memuliakan sepertiga malam
terakhir bagi orang-orang yang hendak beribadah kepada-Nya. Saat itulah
diri kita merasa sendirian kecuali Sang Khalik yang selalu terjaga dan
menemani kita. Saat itulah diri kita merasa bukanlah apa-apa, terlalu
kecil diri kita dihadapan Allah tetapi akan menjadi mulia bila kita
mampu bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa. Ketenangan dan kedamaian
hatiku terasa memuncak manakala aku mendapatkan sepertiga malam yang
penuh keberkahan dan ampunan-Nya. Tiada waktu yang paling indah bagiku
kecuali di sepertiga malam terakhir itu.
Dan alangkah beruntungnya jika kita bisa memanfaatkan sepertiga malam
itu untuk melakukan ibadah kepada Allah yang telah menciptakan kita,
memohon ampunan-Nya serta mensyukuri atas segala karunia-Nya. Akan
tetapi segala sesuatu yang berkaitan dengan ibadah, tentunya tidak akan
pernah terlepas dari godaan syaitan
laknatullah. Mereka menggoda manusia untuk malas bangun malam, mereka
lebih menyukai manusia yang tertidur lelap dengan mimpi indahnya, mereka
senang bila manusia tertidur pulas dengan selimut hangatnya. Itulah
tipu daya syaitan laknatullah agar manusia tidak mengambil keuntungan
besar dari sepertiga malamnya.
Segala kondisi adalah tantangan dan setiap masa adalah cobaan, namun
di balik itu terdapat hikmah yang besar untuk orang-orang yang berpikir.
Berpikir untuk menjawab semua tantangan, berpikir untuk teguh dalam
menghadapi cobaan. Namun bagiku kesunyian malam tetaplah sebuah
ketenangan yang sesungguhnya, penuh hikmah dan pahala. Lain orang lain
pula cara mencari ketenangannya, dan aku selalu berharap mendapatkan ketenangan di kesunyian malam yang berujung kebahagiaan di panasnya siang.
Kerendahan hati
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri…
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri…
Langganan:
Postingan (Atom)